WARGA BAGOLO DAPAT BANTUAN DARI PROVINSI

Bagolo. Potensi kerawanan pangan di Pangandaran patut diwaspadai di musim kemarau pada saat ini. Kerawanan pangan merupakan kondisi ketidak cukupan pangan yang dialami daerah, masyarakat atau rumah tangga, pada waktu tertentu untuk memenuhi standar kebutuhan fisiologis bagi pertumbuhan dan kesehatan masyarakat.

Rawan pangan terdiri dari Rawan Pangan Kronis yang merupakan ketidakmampuan rumah tangga untuk memenuhi standar minimum kebutuhan pangan anggotanya pada periode lama karena keterbatasan lahan, aset produktif dan kekurangan pendapatan, sedangkan Rawan Pangan Transien yaitu suatu keadaan rawan pangan yang bersifat mendadak dan sementara yang disebabkan oleh perbuatan manusia maupun karena alam berupa musibah yang tidak dapat diduga sebelumnya seperti gempa bumi, tanah longsor dan lainnya.

Penanggulangan kerawanan pangan dan gizi sebagai tindak lanjut dari pemantauan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). SKPG adalah suatu system pendeteksian dan pengelolaan informasi tentang situasi pangan dan gizi yang berjalan terus menerus, informasi yang dihasilkan akan menjadi dasar perencanaan, penentuan kebijakan, koordinasi program dan kegiatan penanggulangan rawan pangan dan gizi.

Hasil dari pemantauan SKPG Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten yang dilaporkan ke Provinsi Jabar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Jabar. Hasil dari pantauan SKPG, Desa Bagolo Rawan Pangan Kronis dan kekurangan sumber air bersih. Bertempat di Kantor Desa Bagolo sebanyak 182 Rumah Tangga miskin dan 9 balita yang mengalami gizi kurang mendapat bantuan sembako dan susu formula sesuai usia dan kebutuhan tiap balita, Selasa, 29 Agustus 2017.

Ketua TP PKK Kab. Pangandaran Hj. Ida Nurlaela mengapresiasi bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Jabar. “Saya sangat berterimakasih kepada Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Prov. Jabar dan Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kab. Pangandaran dengan adanya bantuan sembako ini karena desa Bagolo memiliki Rawan pangan yang kronis dan kekurangan air bersih” jelas Ketua PKK Pangandaran.

100 Warga Binaan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangandaran dalam program P2WKSS, PKK melakukan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat. Perlindungan anak serta ketahanan pangan menjadi program binaan PKK serta PHBS secara CERDIK.

“Saya terus mencanangkan Pola Hidup Bersih dan Sehat secara CERDIK yaitu Cek kesehatan dengan rutin, Enyahkan asap rokok, Rutin beraktifvitas, Istirahat yang cukup, Diet Seimbang dan Kelola stress. Itu semua adalah inti dari hidup masyarakat yang sehat, Pola hidup sehat dan bersih secara CERDIK ini dimengerti dan dipahami oleh warga masyarkat Kabupaten Pangandaran ini” tutup Ibu Ida Nurlaela.

Sasaran penerima manfaat dari bantuan Provinsi di Desa Bagolo yaitu 182 rumah tangga miskin dan 9 balita yang mengalami gizi kurang. Bahan pangan pokok untuk rumah tangga miskin seperti beras, telur, minyak, gula pasir dan sarden kaleng. Sedangkan paket untuk balita gizi kurang berupa susu formula sesuai usia dan kebutuhan tiap balita. Sumber bantuan ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov. Jabar. (FAUZI)

Share

WARGA BAGOLO DAPAT BANTUAN DARI PROVINSI

Discussion

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *