SOSIALISASI PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU, PEMBERLAKUAN E-TICKETING DAN PENATAAN PKL DI OBJEK WISATA PANGANDARAN

Pangandaran. Di hadapan ratusan warga, bertempat di gedung Islamic Center (IC), Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata yang didampingi Wakil Bupati, H. Adang Hadari, Ketua Komisi II, H. Endang Agmad Hidayat, Ketua Komisi II, Wowo Kustiwa dan anggota DPRD lainnya, Kepala SKPD, Camat Pangandaran, Kapolsek, Danramil, Dan Lanal, Kepala Desa Pangandaran dan Pananjung serta para tokoh, memaparkan rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan rencana diberlakukannya E-Ticketing di pintu masuk obyek wisata Pantai Pangandaran.

Pembahasan di mulai dengan pembangunan kios PKL yang menghabiskan anggaran total hingga Rp.48,4 milyar untuk relokasi sebanyak 1365 pedagang kaki lima yang akan menempati 4 titik relokasi yaitu di Eks Star Meridian sebanyak 92 kios, Eks Dinas Sosial sebanyak 188 unit kios, Eks Pasar seni sebanyak 252 unit kios, serta di Eks Pananjung Sari sebanyak 833 unit kios disosialisasikan oleh Bupati beserta bentuk bangunannya.

dsc_0418

Sementara dalam pemaparannya tentang RTH, nampaknya masyarakat begitu antusias dengan tayangan gambar 3D pada layar in focus yang menampilkan persfektif RTH dari seluruh arah dari mulai kawasan Puskesmas hingga ke Lapang Merdeka, dalam tayangan nampak sangat indah dengan titik fokus patung ikan dan air mancur di bundaran Mesjid Agung. Secara umum PEMKAB Pangandaran mempunyai 4 program dengan skala perioritas. Seperti masalah pendidikan, perbaikan infrastruktur, kesehatan dan penataan pariwisata. Dan khusus untuk pariwisata dengan visi menjadi pariwisata dunia, ada 4 pagu kerja dalam pelaksanaannya, antara lain, penataan, pengembangan, sarana wisata dan promosi.

Bupati menambahkan ke-semuanya membutuhkan dukungan dari semua pihak dan warga Pangandaran khususnya, dalam sesi tanya jawab masih di pertimbangkan warga pribumi yang boleh masuk ke kawasan Pangandaran dan jembatan Putrapinggan yang menjadi kewenangan provinsi pun disampaikan tengah masa lelang dan di bulan Oktober tahun ini diharapkan semua pembangunan selesai dan dapat melangkah ke tahapan selanjutnya yaitu relokasi dan pembenahan lainnya.

Warga mendukung apa yang di sampaikan Bupati dan Pemerintah Daerah untuk merubah wajah Kabupaten Pangandaran beserta pembangunan guna mendukung pelayanan publik lainya dapat segera terwujud dan berjalan dengan lancar tanpa terkendali apapun, dan selama pembangunan berlangsung PKL masih diperbolehkan berjualan kecuali pedagang yang berada di kawasan pembangunan kios untuk relokasi. (DKISP/AZMI)

Share

SOSIALISASI PEMBANGUNAN RUANG TERBUKA HIJAU, PEMBERLAKUAN E-TICKETING DAN PENATAAN PKL DI OBJEK WISATA PANGANDARAN

Discussion

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *