MV Viking Jadi Monument di Pangandaran

Ada yang berbeda pada hari senin 14 Maret 2016 di Pantai Timur Pangandaran, disana ada dua kapal besar yang bersandar menjadi tontonan masyarakat salah satunya adalah kapal Perang TNI AL. Usut punya usut salah satu kapal akan di tenggelamkan,

Menjadi hari yang bersejarah bagi kabupaten Pangandaran dan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Pasalnya, kementrian kelautan dan perikanan RI  menenggelamkan kapal buronan dunia MV Viking di pantai timur Pangandaran,

Hadir pada kesempatan tersebut satgas 115 Bupati Pangandaran H. Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari, Ketua DPRD kabupaten Pangandaran Iwan M Ridwan SPd, MSi, Satgas 115 duta besar Norwegia , Danlanal armada barat.

Sebanyak 5 kilogram dinamit dijadikan alat untuk menenggelamkan kapal ini. Berbeda dengan penenggelaman kapal menggunakan metode low explosive. Hal tersebut dilakukan agar kapal lain yang berada di sekitar tempat penenggelaman tidak terkena dampaknya.

Kapal MV Viking diduga sudah melanggar sejumlah aturan perundangan dan konvensi internasional, serta melakukan tindak pidana penipuan terhadap kasus penangkapan ikan secara ilegal.

Tim gabungan TNI AL pun berhasil menangkap ABK Kapal MV Viking di perairan Tanjungberakit, Kabupaten Bintang, Provinsi Kepulauan Riau.

Kapal ini dihancurkan untuk menjadi monumen pencurian ikan oleh kapal-kapal asing. Selain menenggelamkan kapal, pemerintah pun memusnahkan puluhan jaring ikan yang ukurannya kecil. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan tegasnya hukuman kelautan Indonesia untuk para pencuri ikan yang sering kali dilakukan.(hms/ade)

Share

MV Viking Jadi Monument di Pangandaran

Discussion

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *