BUPATI BUKA RAKOR WEST JAVA INCORPORATED

Pasca krisis perekonomian global tahun 2008, kerjasama internasional semakin erat dilaksanakan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi global serta menjaga stabilitas sistem keuangan, baik dalam lingkup bilateral maupun multilateral. Manfaat yang sebesar-besarnya dari kerjasama internasional ini hanya akan didapatkan oleh negara yang memiliki daya saing paling kuat. “Di tengah perekonomian domestik yang masih menghadapi masalah fundamental dan struktural, kondisi produksi dan daya saing Indonesia, khususnya Jawa Barat di dunia internasional masih relatif rendah. Penyelesaian terhadap permasalahan fundamental ini memerlukan kerjasama dan sinergi dari berbagai pihak menjadi latarbelakang pembentukan WJI.

Bertempat di aula setda kabupaten pangandaran Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama Wakil Bupati Pangandaran H. Adang Hadari membuka rakor West java incorporated dalam rangka pengumpulan data dan informasi investasi di wilayah IV Provinsi jawa barat senin (7/24). Hadir pula perwakilan dari Kementrian Luar Negeri RI Leonard F Hutabarat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Wiwiek Sisto Widayat, kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Perwakilan BAPPEDA Jawa Barat Ahmad Ade Hadeansyah dan peserta rakor dari DPMPTSP, BAPPEDA dan Biro perekonomian/Investasi Wilayah Jawa Barat (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Garut, Kab. Sumedang, Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis Dan Kabupaten Pangandaran).

West Java Incorporated (“WJI”) didirikan untuk mensinergikan kebijakan pembangunan perekonomian di Jawa Barat diantara para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, khususnya di bidang industri, perdagangan, pariwisata, investasi, dan pembiayaan agar tidak saling tumpang tindih, terlebih dengan adanya otonomi daerah. Selain itu WJI juga bertujuan untuk mencapai diver­­sifikasi engine of growth yang merata di wilayah Jawa Barat dan diiringi dengan rencana pemerintah daerah dalam pembenahan infrastruktur (seperti jalur tol baru, airport, dan penerbitan obligasi daerah) maka kebutuhan akan wadah informasi terkait investasi semakin diperlukan.

WJI merupakan pionir dalam pengembangan Regional Investor Relations Unit (RIRU). Langkah ini tentunya memperhatikan posisi strategis Jabar dalam perekonomian nasional, seperti pangsa terhadap PDB Nasional yang mencapai sekitar 14%, kontribusi ekspor nonmigas mencapai 18% (terbesar secara nasional), dan kontribusi terhadap inflasi nasional sekitar 18,5%. Jabar juga menjadi basis lumbung padi nasional, industri manufaktur nasional, dengan jumlah penduduk terbesar secara nasional. “Sebagai pionir dalam pembentukan Forum Pengembangan Ekonomi Daerah, tentunya keberhasilan-keberhasilan yang diperoleh Jawa Barat dapat memacu daerah lainnya membangun hal yang sama. Forum Pengembangan Ekonomi Jawa Barat ini dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk mendukung akselerasi pembangunan ekonomi Jabar sehingga dapat memberikan sumbangsih yang besar, tidak hanya kepada Provinsi Jabar namun juga kepada perekonomian nasional. (DKISP)

Share

BUPATI BUKA RAKOR WEST JAVA INCORPORATED

Discussion

Leave A Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *