Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis dan menyelenggarakan penyusunan rencana kerja Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air yang meliputi:

  1. pengelolaan dan pengembangan usaha pertambangan;
  2. pengelolaan pengembangan energi;
  3. pengelolaan dan pengembangan ketenagalistrikan serta pengelolaan minyak dan gas bumi;
  4. Energi dan Ketenagalistrikan yang meliputi pengelolaan dan pengembangan energi, pengelolaan dan pengembangan ketenagalistrikan serta pengelolaan minyak dan gas bumi;
  5. sumber daya mineral dan air tanah yang meliputi geologi, pengelolaan dan pengembangan air tanah;
  6. Konservasi dan Pengembangan Sumber Daya Air yang meliputi konservasi sumber daya air, pengembangan sumber daya air dan pengendalian sumber daya air;

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air mempunyai fungsi:

  • penyusunan kebijakan teknis operasional Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • penyelenggaraan rencana kerja Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • penyelenggaraan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan lingkup tugasnya;
  • penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air.

Uraian tugas Kepala Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air adalah sebagai berikut:

  • menyusun kebijakan teknis Dinas bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyusun dan merencanakan program kerja Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja dinas serta kondisi dinamis masyarakat;
  • menyelenggarakan kebijakan pengelolaan Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan inventarisasi sumber-sumber Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan fasilitasi dan rekomendasi teknis bagi proses perizinan pengembangan Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan pengendalian pengembangan Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian pengusahaan Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan dan merumuskan konsep sasaran kegiatan di bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan penelitian, pengembangan potensi Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan dan menyusun sistem informasi pada bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan kajian teknis untuk Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan pemetaan dan penetapan wilayah pertambangan rakyat (WPR);
  • menyelenggarakan pemetaan dan pengusulan wilayah usaha pertambangan (WUP), wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) dan wilayah pertambangan Negara (WPN);
  • menyelenggarakan koordinasi penghitungan prosentase bagi hasil daerah penghasil dari pertambangan umum, realisasi penyaluran dana bagi hasil pertambangan umum melalui mekanisme rekonsiliasi data, penetapan penghitungan produksi usaha pertambangan dan penyusunan neraca sumber daya mineral dan batubara serta jaminan reklamasi usaha pertambangan serta menyiapkan bahan rekomendasi pencairan dana jaminan reklamasi;
  • menyelenggarakan pembinaan, pengendalian dan penyelesaian konflik masyarakat dalam pengelolaan pertambangan;
  • menyelenggarakan penyusunan profil investasi sumber daya mineral dan batu bara;
  • menyelenggarakan program pengembangan serta peningkatan nilai tambah serta manfaat kegiatan usaha pertambangan secara optimal serta program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat dalam usaha pertambangan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan;
  • menyelenggarakan penetapan dan pengesahan hasil study kelayakan (FS) usaha pertambangan dan rencana kerja anggaran biaya pertambangan (RKAB);
  • menyelenggarakan penetapan dan pengesahan kepala teknik tambang dan juru ledak;
  • menyelenggarakan rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dan penggunaan alat berat dalam rangka kegiatan usaha pertambangan dalam wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi;
  • menyelenggarakan pembinaan serta pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tambang serta reklamasi lahan dan pasca tambang;
  • menyelenggarakan konservasi sumber daya air pada wilayah sungai;
  • menyelenggarakan pengembangan serta pengendalian kawasan dan lahan sumber daya air;
  • menyelenggarakan survei investigasi dan desain pada kawasan dan lahan konservasi sumber daya air;
  • menyelenggarakan pembangunan infrastruktur pada kawasan dan lahan konservasi sumber daya air;
  • menyelenggarakan inventarisasi, penyelidikan, penelitian serta eksplorasi, geologi, kawasan karst dan kawasan lindung geologi, lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan lingkungan geologi serta air tanah;
  • menyelenggarakan perumusan kebijakan dan penerapan zonasi pemanfaatan kawasan karst dan kawasan lindung geologi;
  • menyelenggarakan kebijakan pengelolaan lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan lingkungan geologi serta air tanah;
  • menyelenggarakan kebijakan mitigasi bencana alam geologi;
  • menyelenggarakan penyusunan Sistem Informasi Geografis (SIG) kegeologian;
  • menyelenggarakan pengumpulan dan pengolahan data, serta melaksanakan koordinasi mitigasi bencana alam geologi, yang meliputi gerakan tanah, kegempaan dan tsunami, kegunungapian/vulkanologi serta gempa bumi;
  • menyelenggarakan pembinaan fungsional penyidik bumi;
  • menyelenggarakan inventarisasi dan penyelidikan potensi air tanah serta pengelolaan air tanah;
  • menyelenggarakan fasilitasi dan rekomendasi teknis untuk proses perizinan pengeboran, penggalian sumur gali dan sumur pantek, penurapan dan pengambilan mata air, serta pengambilan air tanah pada wilayah cekungan air tanah, perizinan juru bor air tanah serta perizinan perusahaan pengeboran air tanah;
  • menyelenggarakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian pengeboran, penggalian sumur gali dan sumur pantek, penurapan dan pengambilan mata air, serta pengambilan air tanah pada wilayah cekungan air tanah, perizinan juru bor air tanah serta perizinan perusahaan pengeboran air tanah;
  • menyelenggarakan penetapan nilai perolehan air tanah (NPA) pada cekungan air tanah, penetapan wilayah koservasi air tanah, penetapan zonasi/klasifikasi aman, rawan, kritis/daerah resapan dan zona/klasifikasi rusak pada air tanah serta penetapan sistem jaringan sumur pantau pada cekungan air tanah;
  • menyelenggarakan program pengembangan air tanah dan pemetaan potensi air tanah serta penetapan cekungan air tanah (CAT);
  • menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air;
  • menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan urusan masing-masing;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • menyelia kegiatan staf lingkup Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • memeriksa konsep-konsep surat dinas yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat dinas yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai dengan kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

1. Seksi Pertambangan dan Energi

Seksi Pertambangan dan Energi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional, menyusun dan melaksanakan rencana program Seksi Pertambangan dan Energi yang meliputi pengelolaan pengembangan usaha pertambangan, pengelolaan dan pengembangan energi, pengelolaan dan pengembangan ketenagalistrikan dan pengelolaan minyak dan gas bumi.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Seksi Pertambangan dan Energi mempunyai fungsi:

  • penyiapan bahan kebijakan teknis operasional Seksi Pertambangan dan Energi;
  • penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja Seksi Pertambangan dan Energi;
  • pengumpulan dan pengolahan data Seksi Pertambangan dan Energi;
  • pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan tugasnya;
  • pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Seksi Pertambangan dan Energi.

Uraian tugas Kepala Seksi Pertambangan dan Energi adalah sebagai berikut:

  • menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional Seksi Pertambangan dan Energi;
  • mengumpulkan dan mengolah basis data Seksi Pertambangan dan Energi sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Pertambangan dan Energi berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja dinas;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan kebijakan pengelolaan energi baru terbarukan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi sumber pertambangan dan energi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pembangunan dan pengembangan pertambangan dan energi;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan rekomendasi teknis untuk pengembangan energi pembangkit listrik tenaga air, mini hidro, mikro hidro, tenaga angin, tenaga surya, bioetanol, biofuel, biogas dan tenaga gelombang laut serta sumber energi lainnya, untu proses perizinan usaha ketenagalistrikan untuk kepentingan umum dan kepentingan sendiri, untuk pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha pertambangan dalam wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi, untuk penggunaan alat berat dalam rangka kegiatan usaha pertambangan dalam wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi, untuk proses perizinan usaha pertambangan dan perizinan pertambangan rakyat , proses perizinan penggunaan wilayah pertambangan mineral logam dan batu bara lokasi, proses perizinan penggunaan wilayah kerja pengembangan usaha minyak, gas dan panas bumi, proses pendirian kilang dan tempat penyimpanan minyak dan gas bumi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian usaha pertambangan dan pertambangan rakyat;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan kajian teknis untuk pertambangan rakyat, usaha pertambangan logam, non logam, batuan dan batu bara, pendistribusian dan tata niaga bahan bakar minyak dari agen dan pangkalan sampai konsumen akhir di daerah, pengusahaan minyak, gas dan panas bumi;
  • menyiapkan bahan pemetaan dan penetapan wilayah pertambangan rakyat (WPR);
  • menyiapkan bahan pemetaan dan pengusulan wilayah usaha pertambangan (WUP);
  • menyiapkan bahan pemetaan dan pengusulan wilayah izin usaha pertambangan (WIUP);
  • menyiapkan bahan pemetaan dan pengusulan wilayah pertambangan negara (WPN);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan usaha pertambangan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan koordinasi penghitungan prosentase bagi hasil daerah penghasil dari pertambangan umum;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan melaksanakan penghitungan realisasi penyaluran dana bagi hasil pertambangan umum melalui mekanisme rekonsiliasi data;
  • menyiapkan bahan penetapan penghitungan produksi usaha pertambangan;
  • melaksanakan pembinaan, pengendalian dan penyelesaian konflik masyarakat dalam pengelolaan pertambangan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan neraca sumber daya mineral dan batubara;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan profil investasi sumber daya mineral dan batu bara;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pengembangan serta peningkatan nilai tambah serta manfaat kegiatan usaha pertambangan secara optimal;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pengembangan serta pemberdayaan masyarakat setempat dalam usaha pertambangan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan;
  • menyiapkan bahan penetapan dan pengesahan hasil study kelayakan (FS) usaha pertambangan dan rencana kerja anggaran biaya pertambangan (RKAB);
  • menyiapkan bahan penetapan dan pengesahan kepala teknik tambang dan juru ledak;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan serta pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tambang;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan serta pengawasan terhadap reklamasi lahan dan pasca tambang;
  • meyiapkan bahan dan melaksanakan penghitungan jaminan reklamasi usaha pertambangan serta menyiapkan bahan rekomendasi pencairan dana jaminan reklamasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan Sistem Informasi Geografis (SIG) wilayah kerja pertambangan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan kajian teknis pengembangan energi untuk pembangunan desa mandiri energi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengendalian pengembangan energi pembangkit listrik tenaga air, mini hidro, mikro hidro, tenaga angin, tenaga surya, bioetanol, biofuel, biogas dan tenaga gelombang laut serta sumber energi lainnya;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian pemegang izin usaha ketenagalistrikan untuk kepentingan umum dan kepentingan sendiri;
  • menyiapkan bahan kebijakan pengaturan harga jual tenaga listrik untuk konsumen pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan Umum (IUKU) yang izin usahanya dikeluarkan oleh daerah;
  • menyiapkan bahan persetujuan penjualan kelebihan tenaga listrik oleh pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan Sendiri (IUKS) kepada pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan Umum (IUKU) yang izinnya dikeluarkan oleh daerah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi serta pemetaan wilayah pengembangan ketenagalistrikan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pembangunan ketenagalistrikan untuk kelompok masyarakat tidak mampu, pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik di daerah yang belum berkembang, pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan, serta pembangunan listrik perdesaan;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan melaksanakan koordinasi presentasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan pengembang minyak, gas dan panas bumi;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan melaksanakan koordinasi pembahasan serta verifikasi dokumen Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP) pajak bumi dan bangunan lapangan panas bumi;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan melaksanakan koordinasi penghitungan prosentase daerah penghasil panas bumi sebagai dasar pembagian dana bagi hasil sumber daya alam panas bumi;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan melaksanakan penghitungan realisasi penyaluran dana bagi hasil sumber daya alam panas bumi melalui mekanisme rekonsiliasi data;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi potensi sumber daya alam minyak, gas dan panas bumi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan koordinasi dalam pemantauan dan inventarisasi penyediaan, penyaluran dan kualitas harga BBM dan elpiji serta melakukan analisa dan evaluasi terhadap kebutuhan penyediaan BBM dan elpiji di daerah;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan rekomendasi bagi proses perizinan lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE);
  • menyiapkan bahan rekomendasi pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha minyak dan gas bumi di daerah operasi daratan dan di daerah operasi pada wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian lokasi pendirian kilang dan tempat penyimpanan minyak dan gas bumi, lokasi pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Untuk Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) dan pendirian gudang bahan peledak dalam rangka kegiatan usaha minyak dan gas bumi di daerah operasi daratan dan di daerah operasi pada wilayah kabupaten dan 1/3 (sepertiga) dari wilayah kewenangan provinsi;
  • melaksanakan koordinasi dalam lingkup pengelolaan minyak dan gas bumi dengan lembaga/ organisasi terkait;
  • melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pengelolaan dan pengembangan energi;
    melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
  • melaksanakan serta menyusun konsep penilaian kinerja pegawai;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • memeriksa hasil kerja staf dan menyelia kegiatan staf untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengendalikan dan mengarahkan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian sasaran kerja pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • membuat dan memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas dalam lingkup pengelolaan dan pengembangan energi, secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Seksi Sumber Daya Air

Seksi Sumber Daya Air dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional, menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Sumber Daya Air yang meliputi Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air Pengendalian Sumber Daya Air, pengelolaan dan pengembangan air tanah, Geologi, Operasi dan Pemeliharaan Irigasi, Perizinan dan Pembinaan Irigasi, Rancang Bangun Irigasi.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Sumber Daya Air mempunyai fungsi:

  • penyiapan bahan kebijakan teknis operasional Sumber Daya Air;
  • penyusunan dan pelaksanaan rencana program Seksi Sumber Daya Air;
  • pengumpulan dan pengolahan data Seksi Sumber Daya Air;
  • pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan tugasnya;
  • pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Seksi Sumber Daya Air.

Uraian tugas Kepala Seksi Sumber Daya Air adalah sebagai berikut:

  • menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional Sumber Daya Air;
  • mengumpulkan dan mengolah basis data Sumber Daya Air sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Sumber Daya Air berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja dinas;
  • menyiapkan bahan, menyusun dan melaksanakan survei investigasi, dan desain pada kawasan, pengembangan sumber daya air lahan konservasi sumber daya air, konservasi kawasan dan lahan sumber daya air pada wilayah sungai, pembangunan infrastruktur pada kawasan dan lahan konservasi sumber daya air serta pada pengembangan sumber daya air;
  • mengumpulkan dan mengolah basis data Seksi Sumber Daya Air sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengendalian daya rusak air;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengendalian pengelolaan sumber daya air;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan serta mengendalikan pembangunan saluran pembuang pada kawasan dan lahan sumber daya air;
  • melaksanakan dan menyusun konsep sasaran kegiatan dalam lingkup pengelolaan dan pengembangan air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi dan penyelidikan potensi air tanah serta pengelolaan air tanah;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan rekomendasi teknis untuk proses perizinan pengeboran, penggalian sumur gali dan sumur pantek, penurapan dan pengambilan mata air, serta pengambilan air tanah pada wilayah cekungan air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian pengeboran, penggalian sumur gali dan sumur pantek, penurapan dan pengambilan mata air, serta pengambilan air tanah pada wilayah cekungan air tanah;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan rekomendasi teknis untuk proses perizinan juru bor air tanah;
    menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian juru bor air tanah;
  • menyiapkan bahan fasilitasi dan rekomendasi teknis untuk proses perizinan perusahaan pengeboran air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan, pengawasan serta pengendalian perusahaan pengeboran air tanah;
  • menyiapkan bahan penetapan nilai perolehan air tanah (NPA) pada cekungan air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan neraca air tanah;
  • menyiapkan bahan dan menyusun profil investasi air tanah;
  • menyiapkan bahan penetapan wilayah koservasi air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pengembangan air tanah melalui tahapan survei hidrogelogi, geofisika, pengeboran eksplorasi, eksploitasi dan pembangunan kelengkapan sarana air;
  • menyiapkan bahan penetapan zonasi/klasifikasi aman, rawan, kritis/daerah resapan dan zona/klasifikasi rusak pada air tanah;
  • menyiapkan bahan penetapan sistem jaringan sumur pantau pada cekungan air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pemetaan potensi air tanah serta menyiapkan bahan penetapan cekungan air tanah (CAT);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan sistem informasi air tanah dan mata air;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi, penyelidikan, penelitian serta eksplorasi geologi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi kawasan karst dan kawasan lindung geologi;
  • menyiapkan bahan perumusan kebijakan dan penerapan zonasi pemanfaatan kawasan karst dan kawasan lindung geologi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan lingkungan geologi serta air tanah;
  • melaksanakan kebijakan pengelolaan lingkungan geologi, geologi teknik, kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan lingkungan geologi serta air tanah;
  • melaksanakan kebijakan mitigasi bencana alam geologi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan Sistem Informasi Geografis (SIG) kegeologian;
  • menyiapkan bahan, pengumpulan dan pengolahan data, serta melaksanakan koordinasi mitigasi bencana alam geologi, yang meliputi gerakan tanah, kegempaan dan tsunami, kegunungapian/vulkanologi serta gempa bumi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan fungsional penyidik bumi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan evaluasi teknis pelaksanaan eksplorasi pengusahaan pertambangan dan air tanah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengoperasian, pemeliharaan dan rehabilitasi jaringan irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi dalam satu kabupaten yang luasnya kurang dari 1.000 ha (seribu hektar);
  • menyiapkan bahan dan menyusun rencana tata tanam detail dan rencana tata tanam global untuk bahan masukan bagi komisi irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI) di tingkat jaringan irigasi secara partisipatif;
  • menyiapkan bahan, menyusun dan melaksanakan rencana pengembangan dan pengelolaan irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan fasilitasi bagi Komisi Irigasi tingkat Kabupaten;
  • menyiapkan bahan rekomendasi penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan jaringan irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengendalian penyediaan, peruntukan, penggunaan dan pengusahaan jaringan irigasi;
  • menyiapkan bahan rekomendasi pembangunan, pemanfaatan, pengubahan, dan/atau pembongkaran bangunan dan/atau saluran irigasi pada jaringan irigasi primer dan sekunder dalam daerah irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pembinaan serta pemberdayaan Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI) di tingkat jaringan irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan program pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan survei investigasi desain partisipatif di tingkat jaringan irigasi;
  • melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan operasi dan pemeliharaan irigasi;
  • melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain dan atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • memeriksa hasil kerja staf dan menyelia kegiatan staf untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • melaksanakan dan menyusun konsep penilaian kinerja pegawai;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • membuat dan memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas dalam lingkup operasi dan pemeliharaan irigasi secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberi saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
Share

Bidang Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Air