Bidang Perindustrian dipimpin oleh Kepala Bidang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. Bidang Perindustrian mempunyai tugas melaksanakan penyusunan petunjuk teknis serta pelaksanaan fasilitasi dan bimbingan teknis pengembangan sarana usaha, produksi, kerjasama antar lembaga termasuk pemantauan dan evaluasi.

Untuk melaksanakan tugasnya, Bidang Industri menyelenggarakan fungsi:

  • penyusunan program pengembangan usaha industri;
  • penyusunan petunjuk teknis serta fasilitasi dan bimbingan teknis pengembangan sarana, usaha dan produksi termasuk pencegahan dan pemantauan pencemaran limbah industri;
  • bimbingan teknologi peningkatan mutu produksi, pengawasan mutu, diversifikasi produk dan inovasi teknologi industri;
  • pemantauan dan evaluasi perkembangan usaha industri serta peningkatan kerjasama dengan usaha industri lainnya;
  • promosi produksi industri;
  • penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan rencana kerja di bidang industri;
  • fasilitasi akses permodalan bagi industri melalui bank dan lembaga keuangan bukan bank;
  • pemberian fasilitas usaha dalam rangka pengembangan IKM;
  • pemberian perlindungan kepastian berusaha terhadap usaha industri;
  • penerapan standar kompetensi sumber daya manusia industri dan aparatur;
  • fasilitasi pelaksanaan diklat sumber daya manusia industri dan aparatur pembina industri;
  • pembinaan asosiasi industri;
  • penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
  • pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

1. Seksi Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA)

Seksi Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) dipimpin oleh Kepala Seksi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Industri. Seksi Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) mempunyai tugas melaksanakan penyusunan petunjuk teknis pengembangan sarana usaha dan produksi, penerapan standar pengawasan mutu, pencegahan, pencemaran, pemantauan, evaluasi dan peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA).

Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Industri Logam Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) menyelenggarakan fungsi:

  • pemberian perlindungan kepastian berusaha terhadap usaha Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) daerah;
  • fasilitasi dan pengawasan terhadap penerapan standar yang akan dikembangkan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • kerjasama bidang standarisasi di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) tingkat daerah;
  • pembinaan industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) tingkat daerah;
  • pengawasan terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan kegiatan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) daerah;
  • penyusunan tata ruang daerah industri dalam rangka pengembangan pusat-pusat industri yang berintegrasi serta koordinasi penyediaan sarana dan prasarana untuk Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) yang mengacu pada tata ruang regional (provinsi);
  • pengawasan terhadap pelaksanaan tugas desentralisasi di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) tingkat daerah;
  • monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • pelaksanaan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • fasilitasi pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • sosialisasi hasil penelitian, pengembangan dan penerapan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • fasilitasi kemitraan antara industri kecil, menengah dan besar serta sektor ekonomi lainnya di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • fasilitasi kerjasama pengembangan industri melalui pola kemitraan usaha di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • pelaksanaan hasil-hasil kerjasama luar negeri, lintas sektoral dan regional untuk pemberdayaan di bidang Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA);
  • pembinaan unit pelaksana teknis;
  • pengumpulan, analisis, diseminasi dan pelaporan data Industri Logam, Mesin, Elektronik dan Aneka (ILMEA) tingkat daerah;
  • penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
  • pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.

2. Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH)

Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) dipimpin oleh Kepala Seksi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Industri. Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) mempunyai tugas melaksanakan penyusunan petunjuk teknis serta fasilitasi dan bimbingan teknis pengembangan sarana usaha dan produksi, penerapan standar pengawasan mutu, pencegahan pencemaran, pemantauan dan evaluasi serta peningkatan kerjasama dengan dunia usaha di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH).

Untuk melaksanakan tugasnya, Seksi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) menyelenggarakan fungsi:

  • pemberian perlindungan kepastian berusaha terhadap usaha Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) daerah;
  • fasilitasi dan pengawasan terhadap penerapan standar yang akan dikembangkan di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • kerjasama bidang standarisasi Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) tingkat daerah;
  • pembinaan industri dalam rangka pencegahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) tingkat daerah;
  • pengawasan terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan kegiatan di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) daerah;
  • penyusunan tata ruang daerah industri dalam rangka pengembangan pusat-pusat industri yang berintegrasi serta koordinasi penyediaan sarana dan prasarana untuk Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) yang mengacu pada tata ruang regional (provinsi);
  • pengawasan terhadap pelaksanaan tugas desentralisasi di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) tingkat daerah;
  • monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • pelaksanaan penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • fasilitasi pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan dan penerapan teknologi di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • sosialisasi hasil penelitian, pengembangan dan penerapan di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • fasilitasi kemitraan antara industri kecil, menengah dan besar serta sektor ekonomi lainnya di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • fasilitasi kerjasama pengembangan industri melalui pola kemitraan usaha di bidang Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • pelaksanaan hasil-hasil kerjasama luar negeri, lintas sektoral dan regional untuk pemberdayaan di bidang Industri Logam Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH);
  • pembentukan dan pembinaan unit pelaksana teknis;
  • pengumpulan, analisis, diseminasi dan pelaporan data Industri Kimia, Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) tingkat daerah;
  • penyusunan laporan kegiatan di bidang tugasnya;
  • pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai tugas dan fungsinya.
Share

Bidang Perindustrian