Bidang Akuntansi dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas, mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perumusan kebijakan teknis dan menyelenggarakan penyusunan rencana kerja Bidang Akuntansi dan Pelaporan, meliputi Akuntansi Pendapatan dan Belanja, Akuntansi Aset dan Penyusunan Laporan Keuangan.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan mempunyai fungsi:

  • penyelenggaraan perumusan kebijakan teknis operasional Bidang Akuntansi dan Pelaporan, meliputi sistem informasi dan pelaporan, akuntansi aset, akuntansi belanja pendapatan dan pembiayaan;
  • penyelenggaraan rencana kerja Bidang Akuntansi dan Pelaporan, meliputi sistem informasi dan pelaporan, akuntansi aset, akuntansi belanja pendapatan dan pembiayaan;
  • penyelenggaraan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan lingkup tugasnya;
  • penyelenggaraan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Bidang Akuntansi dan Pelaporan.

Uraian tugas Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan adalah sebagai berikut:

  • menyelenggarakan perumusan kebijakan umum dan teknis Dinas Bidang Akuntansi dan Pelaporan;
  • menyelenggarakan penyusunan rencana kerja Bidang Akuntansi dan Pelaporan berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja dinas serta kondisi dinamis masyarakat;
  • menyelenggarakan analisis data dan bahan penyusunan kebijakan akuntansi pemerintah daerah;
  • menyelenggarakan pengembangan aplikasi teknologi sistem informasi dan pelaporan keuangan;
  • menyelenggarakan penyusunan konsolidasi laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan;
  • menyelenggarakan penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD), laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) dan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD);
  • menyelenggarakan pembuatan pelaporan target dan realisasi APBD dan penyajian informasi keuangan daerah;
  • menyelenggarakan monitoring dan evaluasi serta pelaporan dalam lingkup Bidang Akuntansi dan Pelaporan;
  • menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait dalam lingkup tugasnya;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • mengkoordinasikan seluruh kegiatan seksi dalam melaksanakan tugas;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • menyelia kegiatan staf dalam lingkup Bidang Akuntansi dan Pelaporan untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja masing-masing;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang ditetapkan;
  • menyusun dan memeriksa konsep surat dinas berdasarkan tata naskah dinas yang berlaku;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas para staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • melaporkan pelaksanaan tugas dalam lingkup bidang Akuntasni dan Pelaporan secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai dengan kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

1. Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja

Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional, menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja mempunyai fungsi:

  • penyiapan bahan kebijakan teknis operasional Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja;
  • penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja;
  • pengumpulan dan Pengolahan data Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja;
  • pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan tugasnya;
  • pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja.

Uraian tugas Kepala Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja adalah sebagai berikut:

  • menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis operasional seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengumpulan serta pengolahan basis data Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Dinas;
  • menyiapkan bahan dan menyusun rekapitulasi pendapatan dan belanja harian sebagai bahan input data realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan rekonsiliasi pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan satuan kerja perangkat daerah untuk disajikan dalam berita acara rekonsiliasi (BAR);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan rekonsiliasi pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan Bidang Belanja untuk bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD);
  • menyiapkan bahan dan menyusun hasil rekonsiliasi untuk bahan reviu laporan keuangan, meliputi laporan realisasi anggaran (LRA) dan catatan atas laporan keuangan (CALK);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan analisis data sebagai bahan perumusan kebijakan teknis dalam penyelenggaraan akuntansi pendapatan, belanja dan pembiayaan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyelenggaraan akuntasi pendapatan, belanja dan pembiayaan serta pengungkapan informasi lainnya sebagai bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah yang meliputi laporan realisasi anggaran (LRA) dan catatan atas laporan keuangan (CALK);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan rekonsiliasi atas akuntansi pendapatan, belanja dan pembiayaan satuan kerja perangkat daerah;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyelenggaraan akuntansi pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagai bahan penyusunan laporan realisasi anggaran secara berkala;
  • melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam lingkup Seksi Akuntansi Pendapatan dan Belanja;
  • melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • memeriksa hasil kerja dan menyelia kegiatan staf untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • membuat dan memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

2. Seksi Akuntansi Aset

Seksi Akuntansi Aset dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional, menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Akuntansi Aset.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Seksi Akuntansi Aset mempunyai fungsi:

  • penyiapan bahan kebijakan teknis operasional Seksi Akuntansi Aset;
  • penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja Seksi Akuntansi Aset;
  • pengumpulan dan Pengolahan data Seksi Akuntansi Aset;
  • pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan tugasnya;
  • pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Seksi Akuntansi Aset.

Uraian tugas Kepala Seksi Akuntansi Aset adalah sebagai berikut:

  • menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis operasional Seksi Akuntansi Aset;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengumpulan serta pengolahan basis data Seksi Akuntansi Aset sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Akuntansi Aset berdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Dinas;
  • menyiapkan bahan dan menyusun rekapitulasi pendapatan dan belanja harian untuk mengetahui posisi saldo kas daerah sebagai bahan pencatatan dan pelaporan aset lancar pada neraca;
  • menyiapkan bahan dan menghimpun data Surat Ketetapan Pajak (SKP) dan Surat Ketetapan Retribusi (SKR) sebagai dasar penghitungan piutang pajak dan retribusi daerah;
  • menyiapkan bahan dan menyusun rekapitulasi piutang secara berkala sebagai bahan pencatatan dan pelaporan aset lancar pada neraca;
  • menyiapkan bahan dan menghimpun laporan keuangan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai bahan penyusunan neraca;
  • menyiapkan bahan dan menyusun jurnal aset tetap/belanja modal sebagai bahan pencatatan dan pelaporan aset tetap pada neraca;
  • menyiapkan bahan dan menyusun buku besar aset tetap;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan rekonsiliasi aset tetap/belanja modal dengan satuan kerja perangkat daerah untuk disajikan dalam berita acara rekonsiliasi (BAR);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan rekonsiliasi aset tetap/belanja modal dengan Bidang Pengelolaan Aset untuk bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD);
  • menyiapkan bahan dan menyusun hasil rekonsiliasi untuk bahan reviu laporan keuangan, meliputi neraca, arus kas dan catatan atas laporan keuangan (CALK);
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan analisis data sebagai bahan perumusan kebijakan teknis dalam penyelenggaraan akuntansi aset;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyelenggaraan akuntasi aset dan pengungkapan informasi lainnya sebagai bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah yang meliputi neraca, arus kas dan catatan atas laporan keuangan (CALK);
  • melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam lingkup Seksi Akuntansi Aset;
  • melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • memeriksa hasil kerja dan menyelia kegiatan staf untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • membuat dan memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.

3. Seksi Penyusunan Laporan Keuangan

Seksi Penyusunan Laporan Keuangan dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang, mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan kebijakan teknis operasional, menyusun dan melaksanakan rencana kerja Seksi Penyusunan Laporan Keuangan.

Dalam menyelenggarakan tugasnya, Kepala Seksi Penyusunan Laporan Keuanganmempunyai fungsi:

  • penyiapan bahan kebijakan teknis operasional Seksi Penyusunan Laporan Keuangan;
  • penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja Seksi Penyusunan Laporan Keuangan;
  • pengumpulan dan Pengolahan data Seksi Penyusunan Laporan Keuangan;
  • pelaksanaan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi sesuai dengan tugasnya;
  • pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan capaian kinerja Seksi Penyusunan Laporan Keuangan.

Uraian tugas Kepala Seksi Sistem Informasi dan Pelaporan adalah sebagai berikut:

  • menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis operasional seksi Penyusunan Laporan Keuangan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengumpulan serta pengolahan basis data Seksi Penyusunan Laporan Keuangan sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan penyusunan rencana kerja Seksi Penyusunan Laporan Keuanganberdasarkan sasaran, kebijakan teknis, strategi dan program kerja Dinas;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan pengembangan aplikasi teknologi Penyusunan Laporan Keuangan;
  • menyiapkan bahan dan melaksanakan dinamisasi data dan informasi pelaporan keuangan;
  • menyiapkan bahan dan menyusun laporan realisasi;
  • menyiapkan bahan dan menyusun laporan pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) secara berkala meliputi laporan triwulanan, laporan semesteran dan laporan akhir tahun;
  • menyiapkan bahan dan menyusun jurnal pendapatan, belanja dan pembiayaan sebagai bahan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD);
  • menyiapkan bahan dan menghimpun laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah;
  • menyiapkan bahan reviu laporan keuangan satuan kerja perangkat daerah;
  • menyiapkan bahan dan menyusun laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) serta menyampaikannya kepada badan pemeriksa keuangan republik indonesia (BPK-RI);
  • menyiapkan bahan dan menyusun buku besar pendapatan sebagai bahan penyusunan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD);
  • menyiapkan bahan dan menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD);
  • menyiapkan bahan rancangan peraturan daerah dan rancangan peraturan bupati tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD);
  • melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan dalam lingkup Seksi Sistem Informasi dan Pelaporan;
  • melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain dan/atau lembaga/organisasi terkait;
  • mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan bidang tugasnya;
  • memberi petunjuk kepada staf untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya;
  • memeriksa hasil kerja dan menyelia kegiatan staf untuk mengetahui kesesuaiannya dengan rencana kerja;
  • mengarahkan dan mengendalikan pelaksanaan tugas staf berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
  • mengevaluasi pelaksanaan tugas staf melalui penilaian Sasaran Kerja Pegawai (SKP) untuk mengetahui prestasi kerjanya dan sebagai bahan pembinaan serta upaya tindak lanjut;
  • membuat dan memeriksa konsep-konsep surat yang diajukan oleh staf untuk memperoleh konsep surat yang benar;
  • melaporkan pelaksanaan tugas secara lisan, tertulis, berkala atau sesuai kebutuhan kepada pimpinan;
  • memberikan saran dan pertimbangan kepada pimpinan sesuai bidang tugasnya;
  • melaksanakan tugas-tugas kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugasnya.
Share

Bidang Akuntansi dan Pelaporan